Linksys dan DLink Wireless dengan DD-WRT
Saya suka menggunakan Linksys wireless router dan internet gateway. Terutama WAP54 dan WRT54. Pertimbangan utama adalah murah, dan produk Cisco. Kekurangan dari Linksys WAP54 dan WRT54 adalah fungsi yang terbatas, dan tidak bisa menambah daya transmisi.
Tempat kerja saya adalah bangunan dengan 5 lantai. Wireless router dipasang di lantai dua. Daya transmisi harus ditingkatkan sehingga user di lantai 5 dapat mengakses jaringan. Solusi lainnya adalah menggunakan wireless router lainnya sebagai bridge.
Dengan hanya menggunakan satu wireless router, saya mencari alternatif di internet. Solusi yang saya temukan adalah dd-wrt. dd-wrt adalah aplikasi wireless berbasis Linux open source untuk perangkat wireless LAN router.
Pertama carilah firmware yang sesuai dengan wireless router anda. Setelah download firmware tersebut, baca dokumentasi bagaimana cara mengupload firmware baru ke wireless router.
Wireless router Linksys saya pun siap untuk diakses dari bangunan 5 lantai. Selain itu beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Cari frekwensi yang paling maksimun, karena pasti banyak jaringan wireless lain di sekitar anda.
- Ubah posisi antena. Karena jaringan harus diakses dari lantai lainnya, antena saya posisikan mendatar (horizontal).
Kelebihan lain dari dd-wrt, dibandingkan dengan firmware asili dari Linksy maupu DLink, antara lain:
- Setup transmisi sinyal dalam dbm
- Wireless VLAN (wireless virtual LAN)
- Redirect traffic untuk Hotspot.
Wireless VLAN sangat berguna karena dapat digunakan sebagai ekstensi dari VLAN (Vritual LAN) dalam jaringan kabel. Salah satu perangkat yang mensupport WLAN adalah Mikrotik.
Dari segi harga, saya merekomendasikan DLink, karena lebih murah dibandingkan dengan Linksys maupun Mikrotik.
Mikrotik dikenal juga sebagai firewall.
Mono .NET Lebih Baik di OpenSUSE
Mono adalah implementasi Open Source Microsoft .NET (baca dot Net) di Linux. Tujuan utamanya adalah menjalankan aplikasi Microsoft .NET di berbagai macam platform seperti Linux, BSD, Mac OS, dan Windows.
Dari pengalaman lebih baik instalasi Mono dan Mono Develop di OpenSUSE. Mono terintegrasi dengan baik karena OpenSUSE dan Mono Mono Develop dikembangkan oleh Novell.
Versi Mono terbaru per Juli 2010 adalah 2.6.7. Versi ini sudah mengimplementasikan Visual Basic .NET serta Windows Form 2.0, selain C#, LINQ, XML, ASP .NET, dan SQL. Pengembangan selanjutnya .NET Framework 3.0
Versi Open Source Visual Studio Integrated Development Environment adalah MonoDevelop. Versi terbaru pada saat ditulis adalah 2.4
Install Mono di OpenSUSE
# zypper addrepo http://ftp.novell.com/pub/mono/download-stable/openSUSE_11.x mono-stable
# zypper refresh --repo mono-stable
# zypper dist-upgrade --repo mono-stable
Install Mono di Ubuntu 10.4? Harus menggunakan repository dari badgerports, karena beberapa library yang digunakan berbeda dengan core sistem dari Ubuntu.
Mono memiliki web server sendiri, xsp2, untuk aplikasi ASP .NET. Untuk menjalankan .aspx dengan Apache2, instal mod_mono di Apache2. Caranya install Apache2 di OpenSUSE
# zypper install apache2
# zypper install apache2-mod_mono
Edit httpd.conf untuk include mod_mono.conf.
Memilih BSD atau Linux

- Image via Wikipedia
FreeBSD digunakan oleh 5 internet service provider terhandal dari daftar 10 menurut Netcraft. FreeBSD memiliki lebih dari 22,000 ribu ports/ packages. Hampir sama dengan dimiliki oleh Ubuntu.
BSD lebih untuk orang yang masih suka mengetik, dan techie. Instalasi berbasis text, dan cocok digunakan untuk komputer lama. Linux lebih diperuntukkan desktop, dan kemudahan instalasi. Linux cocok sebagai tandingan Microsoft.
FreeBSD yang digunakan oleh internet service provider untuk server. Web server, database MySQL, dan PHP. Saya coba install FreeBSD terbaru 8.1. Berbeda dengan OpenBSD, FreeBSD tidak ada web server default. Di FreeBSD ada Apache 2, ada Apache 2.2, dan Apache 1.3. Lalu saya instal Apache 2.2.
# pkg_add -r apache22
Untuk OpenBSD untuk instalasi:
# export PKG_PATH=ftp://ftp.openbsd.or.id/pub/OpenBSD/4.7/packages/i386/
# pkg_add <packages>
Linux untuk server, saya memilih Ubuntu Server.
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install apache2
Install MySQL, install php5: pkg_add -r php5, pkg_add -r php5-session, pkg_add -r php5-mysql.
Ternyata package FreeBSD belum dikompilasi untuk menjalankan PHP secara default. Tidak ada file libphp5.so di /usr/local/libexec/apache22.
Saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu, saya memiliki beberapa pertimbangan sewaktu memilih antara FreeBSD ataupun OpenBSD. Packages dari FreeBSD banyak broken, sehingga kita harus mengkompilasi sendiri dari source.
Download source dari FreeBSD.org, saya belum mendapatkan mirror untuk Indonesia yang berfungsi. Name file nya ports.tgz, di /pub/FreeBSD/releases/i386/8.1-RELEASE/ports
# cd /usr
# tar xzf ports.tgz
Lakukan instalasi portupgrade untuk memudahkan kompilasi. pkg_add -r portupgrade.
# /usr/local/bin/portupgrade -N php5
Select Apache support. Sehingga dikompilasi juga libphp5.so.
Kesimpulan: Gunakan Ubuntu Server untuk web server, database, dan php. Lebih mudah, sehingga anda dapat konsentrasi pada konten.
OpenBSD 4.7 New Packet Filter PF

- Image via Wikipedia
Packet Filter PF dari OpenBSD 4.7 mempunyai sejumlah perubahan syntaks. Beberapa firewall baru yang saya gunakan sudah versi 4.7 ini. Syntaks baru lebih sederhana:
- Redirect
- NAT
Saya sangat menyukai PF, karena sangat menguasai. PF menggunakan command line dan SSH/ Putty. Jadi saya bisa mengakses PF dan OpenBSD dari smartphone. Selain itu dengan OpenBSD saya bisa menggunakan:
- ifstated, untuk otomatis cek jaringan dan melakukan perubahan routing, mengirim email.
- relayd, untuk load balancing untuk multiple server maupun multiple link.
- OSPFD dan BGPD untuk routing.
Mikrotik murah, sedangkan firewall dari dfirewall.com lebih mahal. Mikrotik 4 - 5 port, sekitar Rp. 500 - 600 ribu. Firewall box dari OpenBSD dengan 3 port harganya sekitar Rp. 2.5 juta. Mikrotik memudahkan user baru, Winbox, adalah konfigurator berbasis grafik. Mikrotik juga dapat diakses dari ssh, tetapi tentu saja command nya rumit.
Perubahan Redirect:
rdr pass on $ext_if inet proto tcp from any to $web_ip port www -> $dmz_web_ip
pass out on $dmz_if inet proto tcp to $dmz_web_ip port www
menjadi
pass in on $ext_if inet proto tcp from any to $web_ip port www rdr-to $dmz_web_ip
Perubahan NAT (Network Address Translation):
nat on $int_if from $int_net to any -> $ext_if
pass in quick on $int_if to any tag INT_EXT
pass out on $ext_if tagged INT_EXT
diubah menjadi:
match out on $int_net to any nat-to $ext_if tag INT_EXT
pass out on $ext_if tagged INT_EXT
Related articles:
OpenBSD 4.7 Release 19 Mei 2010

- Image via Wikipedia
OpenBSD 4.7 di release pada tanggal 19 Mei 2010. CD set saya sampai pada sekitar tanggal 5 Mei langsung dari Canada. Ada beberapa kelebihan dari OpenBSD 4.7:
- Support Processor Loongson
- Networking:
- Paket Filter Firewall pf(4) improvements:
- nat-to, rdr-to, binat-to options replace the nat, rdr and binat translation rules. See pf(4) address translation changes for more info.
- The route-to, reply-to, dup-to and fastroute options in pf.conf move to filteropts. See pf(4) route-to/reply-to syntax change for more info.
- pf(4) can now translate packets between different routing domains.
- Added -S and -L options to pfctl(8) to store and load pf state table from a file.
- Added support for IPV4 and IPv6 divert sockets.
- Routing Protocol OpenBGPD, OpenOSPFD and other routing daemon improvements:
- Update capability code in bgpd(8) to follow RFC 5492.
- BGP MPLS VPN (RFC 4364) support added to the bgpd RIB.
- In bgpd(8), implement the RFC4486 BGP Cease Notification Message subcodes.
- It is now possible to enable/disable specific BGP capabilities.
- Update bgpctl(8) irrfilter to support IPv6 and 4-byte AS numbers.
- Minimal router-dead-time of 1 second and sub-second hello intervals added to ospfd(8). Additionally it is now possible to specify sub-second SPF timers for faster route fail-over.
- ospf6d(8) is now installed by default. The RIB can be synced with the kernel routing table now. Support for AS-ext LSA has been added. This is still work-in-progress but testing is highly appreciated.
- ldpd -- the MPLS label distribution protocol daemon -- is now installed by default. A custom kernel with option MPLS is needed to use it.
Aplikasi yang ada di port, sebagai berikut:
- TWiki, web base kolaborasi seperti Wiki
- drupal, content management system, seperti WordPress ini.
- moodle, learning management system
- timetrex, absensi dan payroll
- Tiger CRM
- WordPress
OpenBSD juga dapat menjalankan aplikasi lainnya yang tidak ada di port. OpenBSD memasukkan aplikasi di atas, karena sudah di-audit oleh OpenBSD.
X Windows juga tersedia untuk OpenBSD:
- Gnome
- KDE
- Xfce
Reset Password Cisco dengan Kermit
Lupa password Cisco Router anda? Cisco memiki sebuah console port, yang digunakan untuk mengkonfigurasi. Console port tersebut adalah serial port dengan speed 9600 bit per seconds, no parity, one stop bit.
Untuk komputer keluaran terbaru, com/ serial port sudah mulai jarang ditemukan. Tapi untuk bisa mengakses ke konfigurasi Cisco router anda, carilah sebuah komputer yang memiliki serial port, ataupun gunakan USB to serial cable.
Untuk Windows, aplikasi serial communication adalah Hyperterminal. Untuk OpenBSD gunakan kermit. Kermit harus diinstalasi dari packages OpenBSD. Untuk install kermit, download packages dari ftp.openbsd.or.id site Indonesia.
$ ftp ftp.openbsd.or.id
cd /pub/OpenBSD/4.6/packages/i386
mget kermit*
Gunakan username anonymous password nawir (sebaiknya nama anda). Setelah selesai download, exit. Kemudian instalasi package kermit.
$ export PKG_PATH=ftp://ftp.openbsd.or.id/pub/OpenBSD/4.6/packages/i386
$ pkg_add kermit<tab>
Untuk menggunakan kermit:
$ kermit
set line /dev/tty00 (port serial/ com 1)
set speed 9600
set carrier-watch off
connect
Untuk keluar dari terminal kermit, tekan Ctrl dan \, setelah itu c (Ctrl + \ + C)
Matikan Cisco router dengan off power, kemudian nyalakan, sebelum 30 detik pertama setelah saat dinyalakan, dari kermit tekan Ctrl + \ + b untuk break.
Akan muncul di layar kermit:
ronmon >
Ketik confreg 0x2102, setelah itu ketik reset.
Cisco akan reboot, anda sudah masuk kembali ke Cisco.
Cisco> ena
Cisco#
Cisco# copy startup-config running-config
Ubah password anda, kemudian buat Cisco Router anda kembali load dari dari startup-config.
Router_anda# config-register 0x2102
Selamat mencoba.
Multi Tasking Mobile Phone OS
iPhone Apple 3GS tidak mendukung multi tasking. Sangat kontradiktif bahwa Apple OS-X berbasis Unix. Unix adalah OS yang multi tasking kan. Ternyata iPhone 3G maupun iPhone 3GS yang sudah di jailbreak bisa multi tasking. Apple sengaja mematikan fungsi tersebut karena alasan iPhone baterai iPhone menjadi boros.
iPhone bisa memainkan musik dan aplikasi lain sekaligus. Tetapi tidak untuk aplikasi dan aplikasi. Perlukan iPhone multi tasking? iPhone 4 yang rencananya akan diluncurkan tahun ini sudah bisa multi tasking.
Apakah iPad yang rencana diluncurkan Maret April ini juga tidak mendukung multitasking? iPad adalah iPod Touch ataupun iPhone yang di zoom out. iPad, iPhone hanya memiliki satu tombol. Untuk exit dari aplikasi. Jadi bukan switch dari aplikasi satu ke aplikasi lainnya.
Saya menggunakan iPhone 3GS yang seharga notebook karena beberapa keunggulan:
- Touch screen, layar yang besar, anti gores, dan nyaman di mata.
- Browser yang bisa di Zoom. Kalau mau membaca dengan nyaman ya tulisannya harus sebesar notebook.
- VNC, aplikasi yang bisa me-remote komputer. Ada fungsi zoom, bayangkan bagaimana sebuah layar komputer di iPhone tanpa fungsi zoom.
- RDP, itu ada terminal services. Remote komputer dengan fungsi zoom.
- Aplikasi untuk membaca berita dari detik.com, engadget.com. Chatting Yahoo Messenger. Facebook dan Twitter. Dapat digunakan pada saat menunggu.
iPad adalah dream komputer lainnya. Dengan layar yang besar sekitar 9 - 10 inch, maka akan menjadi perangkat yang nyaman digunakan untuk membaca dan menulis blog di komputer. Instalasi aplikasi Office untuk Mac untuk pekerjaan kantor.
iPad ada dua jenis, WiFi, dan WiFi + 3GS. Apakah iPad akan menggantikan notebook, dan dibawa kemana-mana? iPad dapat menggunakan aplikasi yang diperuntukkan oleh iPhone dan iPod Touch.
Symbian S60 dari Nokia bisa multi tasking. Saya menggunakan Nokia E71, dengan keyboard QWERTY. Jadi sangat menyenangkan untuk mengetik, terutama pada saat menggunakan untuk menulis Notes dan secure Telnet dengan SSH.
Nokia memiliki E97 yang memiliki layar yang lebih besar dan touch screen. Saya tidak tertarik karena Zoom tidak semudah iPhone. Aplikasi listing yang dapat di download dari Ovi Suite terlalu lambat dan tidak dikategorikan.
Multi tasking di Symbian menyenangkan karena kita bisa chatting dengan Talkonaut, manajemen perangkat server dengan SSH, mendengarkan radio FM (ya E71 memiliki radio FM). Hal mana tidak dapat anda kerjakan dengan iPhone. Jadi saya selalu membawa kedua perangkat tersebut.
Mobile OS lain yang juga bisa multi tasking tentu saja yang berbasis Linux seperti Android, Meego (gabungan Moblin Nokia dan Maemo Intel). Juga Windows Mobile.
Cloud Computing Komputasi Awan
Cloud computing dalam arsitektur nya berbasis pada master and slave. Cloud computing adalah layanan teknologi informasi provider kepada pelanggan berbasis internet. Dengan menggunakan komputer berbasis browser aplikasi dapat diakses melalui internet.
Contoh aplikasi berbasis cloud computing adalah salesforce.com, Google Docs. salesforce.com adalah aplikasi Customer Relationship Management (CRM) berbasis software as services, dimana kita bisa mengakses aplikasi bisnis: kontak, produk, sales tracking, dashboard, dll.
Google Docs adalah aplikasi word processor, spreadsheet, presentasi semacam Microsoft Office, yang berbasis di server. Terintegrasi dengan Google Mail, file tersimpan dan dapat di proses dari internet.
Ciri khas cloud computing:
- Aplikasi on demand, bayar aplikasi sesuai fungsi yang diinginkan.
Arsitektur master and slave, karena, menurut saya, kembali lagi ke masa lalu, dimana ada mainframe (aplikasi), dan slave (terminal). Mainframe mahal, terutama berisi aplikasi untuk reservasi pesawat, perbankan. Kemudian teknologi personal computer (PC), menciptakan downsizing dan rightsizing.
Dari teknologi PC, muncul lah arsitektur client server. Sekarang cloud computing. Menurut saya cloud computing muncul karena, manajemen PC makin rumit, ada virus, ada backup dan restore, dan beragam aplikasi.
Yang ditawarkan oleh cloud computing:
- Kemudahan manajemen, tidak ada backup, restore, dll.
- Basis biaya berdasarkan layanan yang diberikan
- Skalabilitas, dan mobilitas
Cloud computing berbasis aplikasi, karenanya Operating System apapun bisa digunakan oleh Cloud Computing.
Middleware menghandle aplikasi, ada storage besar, dan tentu saja server server. OpenBSD dapat melakukan load balancing, tentu saja load balancing yang sederhana dengan balancing koneksi ke masing-masing server.
Dalam Web 2.0, basis internet adalah konten. Internet berkembang pesat saat ini karena Free. Coba bayangkan kalau tidak ada Geocities (web hosting gratis, kalau tidak salah dibeli oleh Yahoo dan ditutup tahun lalu), Hotmail (free email yang dibeli oleh Microsoft), Yahoo, Google, Facebook, Twitter, WordPress, Wikipedia, Blogspot, Detik, Kompas, dll.




![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=f236145c-51f8-451d-9c20-a09702cdcb34)